ANGIN TAK INGIN

  Semisal angin yang tak selalu punya ingin menjadi dingin, demikian aku kemarin kekasih: aku hanya mau menjadi dada, yang kau sapu-sapu manakala jantungmu dipukul-pukul kerasnya kehidupan aku hanya mau menjadi mata, yang kau basahi manakala kata telah cukup kering dijemur oleh kenyataan dan bagi suatu harapan, hidup atau redup, tentu ada aroma yang bisa […]

Read More ANGIN TAK INGIN

PENYAIR MEMANG MESTI TERLUKA

  Aku melihatmu tertawa, tetapi tawa bukan komedi untuk orang yang pulang pergi dengan terluka. Saat puisi-puisi ditulis, masa lalu dibunuh untuk dibangkitkan kembali pada penafsiran-penafsiran dangkal yang tidak dapat kusangkal. Aku melihatmu menangis, tetapi air mata bukan kesedihan untuk orang yang berlari dalam perjalanan dengan terluka. Kata-kata dibawa ke buku-buku yang lain untuk dibacakan […]

Read More PENYAIR MEMANG MESTI TERLUKA

KALA KALAH UNTUK MENGINGAT

Foto-Friscayuwanita   Malam bermula dari sebuah tatapan. Pagi bermula dari sebuah ciuman. Aku merasai tiupan pada ratapan, mendengar siulan pada bisikan. Dari semua keresahan yang aku kumpul di rahim jarak, cintamu adalah yang pertama kulahirkan sebagai anak. Rambut akan bertumbuh dan berguguran. Karang akan tumbuh dan berbunga-bunga. Aku akan hidup sebagai yang mati dalam hatimu. […]

Read More KALA KALAH UNTUK MENGINGAT

Gory Oh Glory

kutulis ini untukmu kawan, Gorys Samderubun.   Langit kala itu biru sekali. Jendela kutatapi. Awan kuarahkan keliling kota dan terhenti di papan tulis. Kau berdiri di bawah atap, memantulkan cahaya matahari ke bangku-bangku yang berdebu dan ricuh. Dunia memang riuh, menjawab debur, menjawab riak, menulis dengan kapur, membaca dengan teriak. Aku ingat betul padamu, lelaki […]

Read More Gory Oh Glory

DI ANTARA PATAHAN-PATAHAN

Untuk Yvonne Silitonga   Waktu memang bajingan untuk manusia, tapi ia dipentingkan agar tidak sia-sia. Maafkan aku ibu, aku belum setengah abad, belum sampai setengah mati dalam mencintaimu, sedang kau cinta mati padaku. Warung-warung pedagang di kota ini, telah aku ganggu dini hari. Aku mengacaukan sepi demi mendanaukan pipi. Kusiapkan satu tempat basah untuk mengumpul […]

Read More DI ANTARA PATAHAN-PATAHAN

TRUST ME, BATIK MEMANG LEBIH BAIK

Halo kawan-kawan, kutuliskan satu pantun buat kalian ya: Mendaki gunung dengan kekasih Tidaklah bingung tidaklah sepi Kenangan kita, kenangan antik Takkan kulupa, rindu membatik   Nah kawan-kawan, sebentar lagi kita akan merayakan hari yang penting di negara kita ini. Kira-kira kalian tahu tidak ya? Beberapa hari lagi, Hari Batik Nasional akan tiba, tepatnya pada tanggal […]

Read More TRUST ME, BATIK MEMANG LEBIH BAIK

sungai puisi

Sejenak pejamkan mata, ingin rasai hantaman sunyi              di benak kutanamkan kata, dingin kurasai tanpa satu pun bunyi Hanya sendiri dengan satu detakan melepas sayatan perih             kutanya pada duri, seberapa kuat hati bisa sendiri Lalu kuberi isyarat pada nadi, jika tak kuat lekaslah berhenti.            dengarkan suara angin, ia lebih merdu dari gesekan bambu […]

Read More sungai puisi

temu bahaya

dengan rembulan di atas kepala, jembatan menjadi punggung untuk kita berdua malam itu:   Aku bisa merasainya, bahaya-bahaya yang datang dari tatapanmu. Mereka seumpama maut namun serupa laut, kusukai untuk berlayar jauh pula untuk berlabuh. Gerimis tak cukup banyak malam itu. Angin lebih dingin dari sepi. Perahu berdandan lampu, pulau-pulau mengedipkan mata dari jauh. Aku […]

Read More temu bahaya

batuk-batuk ibu

#untukkamuyangkesepian Suara batuk ibu yang kudengar di dapur sore itu, membikin kuatir hingga sore ini. Ia sudah tua dan batuknya yang setia bertahan, tentu bukanlah jenis kesetiaan yang layak dipuji. Aku lupa, kapan terakhir kali duduk bersamanya. Entah kapan terakhir kali kami bercerita tentang diri sendiri atau sekadar minum teh bersama. Rasanya sudah lama sekali, […]

Read More batuk-batuk ibu