ALTERNASI

Aku pulang Menemukan banyak hal hilang darimu, Tetapi lebih banyak yang baru kau kenakan. Pakai siapa ini? Sepatu dari siapa? Makanan khas dari mana? Budaya siapa ini? Dialek-dialekmu bergeser Kebiasaanmu berubah. Sedikit yang melambung tinggi Namun masih membumi. Sedikit yang terkenal dan masih kental dengan logat, Kebaya dan budaya. Gunung dan lembah saling menjaga. Suatu … Lanjutkan membaca ALTERNASI

DI JALAN-JALAN YANG KITA CURI

Sampul Buku Di Jalan-Jalan Yang Kita Curi (Pixiefies) Jika kau punya pelita yang sudah redup, maka bersyukurlah. Aku adalah yang pernah redup, barangkali sama sepertimu. Bila kau berharap buku ini sesuai keinginanmu, aku berharap buku ini menjadi temanmu. Kita berbeda langit, tetapi bermain di halaman bumi yang sama, di halaman buku yang sama, dengan isi … Lanjutkan membaca DI JALAN-JALAN YANG KITA CURI

SAGERU MANIS

Rindu jauh-jauh menyeberangi laut. Lima hari yang panjang, terbayar lunas di kaki gunung Kerbau. Rindu kini menjelma hujan, ujung-ujung lancipnya menikam dataran sabana Maluku Barat Daya. Batu-batu karang tak sanggup membendungnya. Rindu kini menyentuh akar-akar Koli. Menghidupi isi tanah, menghasilkan sageru manis pahit. Rindu kini telah menjadi sopi di meja adat. Mari, kita minum sopi, … Lanjutkan membaca SAGERU MANIS

BATAS MANUSIA

Ada saat dimana aku rindu Pada kaca jendela yang basah karena hujan Suara dering telepon yang berulang Juga riuhnya jalanan disaat macet. Aku sadar Waktu bergerak maju Orang-orang berubah Dan suasana tak lagi sama. Hanya untuk beberapa saat Kita bisa menikmat, Mencintai, Lalu lupa perlahan. Perlahan ini sungguh melelahkan Beberapa waktu berlalu Beristirahat sejenak Melepaskan … Lanjutkan membaca BATAS MANUSIA

HIDUP DI NEGERI TERSERAH

Stefhanie Beatrice, Penulis. Seorang laki-laki bertubuh pendek Berbadan lebar Berlayar menuju negeri terserah Demi masa depan yang lebih baik. Pelayaran melintasi pulau-pulau Membawa laki-laki ini tiba Dengan selamat Di negeri terserah. Di negeri terserah Semua serba terserah Peraturan dibuat untuk dilanggar Pelanggar tidak akan dihukum, Jika punya relasi dengan pemegang kekuasaan Pendidikan dipolitisasi Kesehatan dipolitisasi … Lanjutkan membaca HIDUP DI NEGERI TERSERAH

PADA HARI YANG KETIGA

Tuhanku apakah itu engkau yang membasuh kepalaku dengan air mata di taman getsemani? Aroma kesedihan-Mu mengalir sampai ke Maluku. Cengkih berbunga, gadihu membatik darah, langit menjahit kain gandong, laut membirukan perak. Datanglah ke negeriku Tuhan. Aku mengundang-Mu dengan sepenuh. Berjalanlah bersamaku Tuhan. Lihatlah rumah-rumah saudaraku. Ramai bukan? Mereka sedang berkumpul, bernyanyi, mengucap syukur. Di gelas … Lanjutkan membaca PADA HARI YANG KETIGA

PUISI PAKSA SEBELUM PASKAH

– sebelum kusampaikan selamat Paskah, kupaksa kamu, saudara, untuk renungkan buah pikir yang pernah kita ceraikan berdua di meja jamuan. Pada mulanya aku lahir dari rahim sagu.Ibu adalah yang kudus, tubuh, jiwa dan rohku. Pelepah-pelepah sagu tumbuh di lenganku. Duri-durinya, muncul dari lidahku. Atapku ialah kitabku. Firman ditulis oleh waktu, yang kupuja dari duniaku. Pasal-pasal … Lanjutkan membaca PUISI PAKSA SEBELUM PASKAH

MENCIUM APRIL

Foto : Farid Aku keluar. Kau bertanya mengapa? Karena aku sudah lelah berpura-pura. Semua orang berpura-pura. Mulut mereka melambat, kata-kata berjalan seperti kura-kura. Hidup seseorang menjadi hidup semua orang. Luka seseorang menjadi penelitian semua orang. Rahasia seseorang menjadi arisan semua orang. April sudah tiba. Aku keluar. Bunga-bunga mekar, setelah hujan deras, setelah banyak orang tergelincir … Lanjutkan membaca MENCIUM APRIL